Kamis, 02 Februari 2012

Back To My Hometown



In project of "Mudik Story" by www.nulisbuku.com

Hari minggu tanggal 28 Agustus kemarin, gue akhirnya bisa pulang mudik ke kampung halaman gue bareng kakak gue. Karena tadinya lebaran dijadwalkan jatuh pada tanggal 30 Agustus (selasa), maka mudik pada H-2 lebaran merupakan waktu yang tepat menurut gue. Sesampai di Lampung, dan begitu tiba di rumah, gue langsung ‘cabut’ ke rumah teman SMA gue untuk acara buka puasa bareng. Sepulang dari BukBer dengan diantar teman-teman lainnya, acara sesampainya di rumah adalah membicarakan rencana beres-beres dan masak-memasak keesokan harinya. Ternyata, keluarga besar uwak (kakaknya nyokap) berencana datang pada hari lebaran pertama dengan membawa rombongan dalam 3 mobil. Besoknya, kakak gue mau gak mau harus masak ketupat tambahan karena jumlah ketupat di rumah yang dibuat hanya 20 buah. Kakak cowok gue pun (pada keesokan harinya) merelakan diri menjaga tungku ketupat sambil "bermain" dengan burung-burung peliharaannya, sedangkan kakak cewek dan kakak ipar gue bertugas masak di dapur, mulai dari sayur ketupat hingga rendang daging sapi.
Singkatnya, senin sore semua makanan untuk menyambut hari lebaran udah lengkap dan siap. Bahkan, makan malam pun gue sekeluarga udah pake makanan lebaran. Tapi, malamnya ada kabar kalau kemungkinan besar lebaran diundur jadi hari rabu (31 Agustus). Whooott!!! Biasanya, setelah sholat magrib, mesjid-mesjid di deket rumah gue udah diramein sama suara orang takbiran, tapi karena kabar yang belum pasti itu, hanya sekitar satu atau dua mesjid yang mengadakan takbiran. Sambil nonton sidang ishbat di TV, gue dan keluarga masih harap-harap cemas, berharapnya sih lebaran tetap jadi selasa. Tapi, akhirnya, pemerintah memutuskan lebaran jatuh pada hari rabu. Ya sudahlah, walau ada beberapa yang merayakan lebaran pada hari selasa, ikutin aja kata hati, dan lebih baik ikut kata pemimpin (alias ikut yang rame).
Lebaran yang pada awalnya dijadwalkan jatuh pada hari selasa, tentu saja membuat suasana kampung udah siap menerima euforia lebaran, termasuk tutupnya pasar dan beberapa toko. Sialnya, kakak gue butuh beberapa bahan mentah tambahan gara-gara sayur ketupat yang dimasak sehari sebelumnya basi. Untungnya, kakak ipar gue berhasil nemuin bahan-bahan yang dibutuhkan. Singkat cerita, sore itu kami kembali ke dapur. Berharap semoga lebaran gak ditunda lagi. Malamnya, suasana menjelang lebaran benar-benar kerasa. Gue malah sempet mikir "ini malam takbiran atau tahun baru ya?" karena tumben-tumbennya banyak banget yang ngidupin kembang api dan petasan. Jadi, malam itu adalah pertemuan antara suara takbir, kembang api, petasan, dan pawai keliling.
 Akhirnya, Rabu 31 Agustus 2011 hari yang dinanti pun tiba. Seperti biasa, jika hari raya seperti Idul Fitri, gue pasti diajak bangun lebih awal untuk beberes dan siap-siap sholat ied. Segala makanan (ada yang sempet dibuat ulang karena lebaran diundur) sudah rapih di atas meja makan. Hanya saja, gue dan keluarga memutuskan untuk pergi sholat Ied dulu sebelum makan-makan.  Sepulang dari sholat Ied, gue dan keluarga sempet berkeliling ke rumah beberapa tetangga untuk sedikit silaturahim, setelah itu makan-makan, dan pergi ziarah. Ziarah ke makam bokap-nyokap dan kakak "kecil" gue. Tepatnya sih, bukan cuma makam bokap-nyokap, tapi makam kakek-nenek dan bibi gue yang dimakamin dalam satu area (makam keluarga). Agak merasa bersalah juga sih cuma bisa menengok makam mereka saat lebaran L Sepulang dari ziarah, gue dan kakak-kakak berkunjung ke rumah paman (adek bokap) dan juga kakek gue yang lainnya. Di rumah paman, agak "kaget" juga karena udah lama gak ngumpul serame itu. Ada nenek gue, paman, bibi, kakak ipar, keponakan, hinggasepupu. Baru ingat, kalau di hari lebaran pertama itu, setelah dzuhur masih ada "pasukan" lain yang bakal dateng ke rumah gue dan itu bakal lebih rame dari pasukan di rumah paman gue ini. Benar saja, setelah dzuhur ada tiga mobil dan beberapa motor yang ngebawa rombongan keluarga besar uwak gue. For your info, uwak gue punya 7 anak yang semuanya udah menikah dan sekarang cucu uwak gue itu mencapai 14 orang (kalau gak salah), jadi walaupun kemarin semua keluarganya gak dateng, tapi cukup untuk membuat rumah gue menjadi "TK dadakan". Hari kedua lebaran, seperti biasa, gue dan temen-temen SMA selalu ngadain kegiatan "keliling" dari rumah-ke-rumah, ya rumah-rumah temen-temen gue juga maksudnya. Jadi, kami akan mendatangi salah satu rumah dari kami, berkumpul di sana sebagai start, lalu mulai mendatangi rumah-rumah dari kami lainnya hingga ada sebuah rumah yang menjadi tempat "finish". Di setiap rumah, kami selalu ada kegiatan yang sudah terjadwal tiap tahunnya. Misal, di rumah si "A" adalah tempat makan siang, dll. Hampir tiap tahunnya juga, kami berusaha menyempatkan diri berkunjung ke rumah salah satu guru favorit kami, guru les matematika kami saat SMA. Hal yang paling kami tunggu saat berkunjung ke rumah guru kami ini adalah empek-empek dan ramalan. Kebetulan ibu guru yang satu ini sangat lihai sekali membuat empek-empek khas Palembang. Biasanya, saat kami berkunjung ke rumahnya, kami akan menggoreng sendiri empek-empek mentah untuk dinikmati bersama. Selain itu, suami sang ibu guru, ternyata memiliki “kemampuan lebih” dalam melihat sekilas masa depan kami. Sejak jaman sekolah dulu, kami acap kali berebut meminta beliau untuk meramal kami: mulai dari karier hingga jodoh. Begitulah kegiatan yang selalu kami lalui di lebaran hari kedua.
Jumatnya atau tepat dengan lebaran hari ketiga, gue memutuskan untuk kembali ke tempat beraktivitas. Namun, sebelum kembali ke Jakarta, gue berencana mampir ke tempat kakak gue di Serang, Banten, untuk beristirahat semalam sebelum kembali ke Jakarta pada hari sabtu. Alasan gue dan kakak untuk kembali pada H+1 lebaran adalah agar kami tidak terlalu terjebak suasana ramai arus balik.  Jumat pagi itu, dengan sedikit berat hati, gue meninggalkan kampung halaman. Berat hati karena masih ada rasa kangen pada segala sesuatu yang ada di tempat itu. Mulai dari udaranya, masyarakatnya, rumah gue dan segala isinya, juga teman-teman yang masih menghabiskan sisa liburan mereka di sana. See you all in the next Ied friends…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar