Senin, 17 Oktober 2011

Dirgahayu

17 Oktober 1998. Keponakan pertama gue lahir dengan sebuah operasi penyayatan kecil di atas perut ibunya. Seorang wanita kecil yang diberi nama Sharandani Adinda Salsabella. Seorang wanita kecil yang tumbuh menjadi anak keras kepala dan cerdas. Ia menolak saat gue berniat mengantarnya pergi mengaji ke Musholla, sehingga gue hanya bisa mengawasi wanita kecil dengan kerudungnya itu dari jauh agar ia tidak terjatuh atau menjerit saat bertemu hewan yang ia takuti, ayam. Wanita kecil yang sangat takut pada balon, petir, dan film horor. Keponakan pertama yang waktu kecil sering dimarahi karena suka mengemut makanannya. Keponakan pertama yang bajunya pernah gue simpan diam-diam hanya untuk mencium wangi "bayi"-nya saat kami jauh.

17 Oktober 2011. Sekarang, wanita kecil itu sudah beranjak besar dan besar. Bahkan, hobinya pada renang, karate, dan basket membuat tubuhnya menjulang di atas tinggi badan gue, tantenya yang berbeda umur 10 tahun, yang dulu menggendongnya dan menyuapinya. Sekarang, tidak terkira banyaknya cerita yang ia ciptakan dari beragam ritme hidupnya. Sekolahnya, kegiatan lesnya, teman-temannya, kulitnya yang gelap, hobinya pada bacaan dan Korea, juga tentang kedua adik lelakinya. Ya, sekarang wanita kecil itu sudah menjadi kakak yang ditakuti kedua adiknya. Fathur dan Farrel.

Happy birthday yang ke-13 Kakak Dinda, semoga diberkahi Allah selalu. Semoga bisa jadi kakak yang terbaik untuk Fathur dan Farrel. Semoga bisa jadi yang terbaik di semua yang kamu minati. Sayangi ayah dan ibu.

Tertanda: Tante
Kapan-kapan kita tukeran komik dan novel lagi, ok! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar